Celotehan 140 Karakter

Sudah lama tidak menulis di blog ini dan sepertinya saya juga mulai lupa bagaimana harus mulai menulis lagi. Menulis di blog ini sebenarnya tidaklah susah karena tinggal menuangkan saja apa yang sedang dipikirkan, tapi ternyata tidak semudah itu karena terkadang hal yang sedang dipikirkan itu begitu susah diekspresikan kedalam rangkaian kata-kata. Jadilah saya sampai harus berhenti beberapa menit untuk mencari kata-kata yang pas untuk dituliskan disini. Ahh tiba-tiba saya langsung teringat sebuah jejaring social dimana saya bisa begitu bebas berkespresi disana tanpa terbentur dengan kebakuan rangkaian kata-kata yang akan saya tuliskan. Jejaring social karya Jack Dorsey ini benar-benar memanjakan saya dalam berkespresi di dunia maya bahkan terkadang ekspresi yang tidak bisa diungkapkan dalam dunia nyata mampu saya ekspresikan disini. Yap bisa dikatakan Twitter telah meracuni saya, meracuni saya dalam mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran saya. Dengan hanya terbatas 140 karakter, banyak celotehan yang bisa saya ungkapkan disini,Terkadang bahkan celotehan tak penting yang tiba-tiba muncul di pikiran saya pun bisa terungkapkan.



Dibandingkan dengan BukuMuka™ yang lebih dulu booming dan lebih dulu saya gilai, namun entah kenapa saya lebih suka berekspresi, bercicit di twitter dibandingkan dengan facebook. Padahal dari tagline yang diusung, seharusnya tagline facebook “what’s on your mind?” lebih sesuai dengan saya dibandingkan dengan tagline twitter “what’s happening?” . Mungkin karena fleksibilitas twitter dimana saya tidak harus saling berkoneksi dengan teman/partner/follower saya untuk dapat melihat status apa yang sedang mereka tulis, sedikit membebasakan saya dalam berekspresi. Bayangkan apa yang terjadi jika saya terlalu banyak berceloteh mengungkapkan ekspresi di facebook, yang jelas timeline status di facebook teman saya bakalan sangat kotor dengan celotehan-celotehan tidak penting yang saya tuliskan , dan bisa saja saya langsung di –remove dari daftar list teman di facebook mereka yang tentu saja kerugian buat saya karena salah satu tujuan saya membuat account di facebook tidak lain untuk menjalin kembali pertemanan dengan teman-teman lama maupun baru saya. Beda dengan twitter yang lebih fleksibel, kalau follower/teman saya tidak suka dengan timeline mereka yang kotor dengan celotehan saya, mereka bebas untuk unfollow saya. Saya sendiri bisa terus mem-follow mereka sepanjang account saya tidak di-block oleh mereka. Simple bukan?? . Jadi jika tidak suka silahkan unfollow saya, tidak ada ruginya kok :) .

Selain itu bagi saya Twitter ini semacam RSS buat saya untuk mengikuti berita-berita maupun kejadian-kejadian yang sedang berlangsung. Itu juga mungkin salah satu alasan twitter menggunakan tagline   “what’s happening?” untuk memberitakan kepada follower-follower kita apa ysang sedang terjadi. Gampangnya sih follow aja account-account website berita ataupun surat kabar seperti @detikcomnews , @kompasdotcom , @republikaonline dll . Atau kalau kita ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh tokoh-tokoh / public figure favorit kita tinggal follow saja account twitter mereka, simple. Tapi usahakan untuk tidak memfollow tokoh-tokoh yang telalu banyak bercicit tidak penting karena bakalan mengotori timeline kita dengan cicitan-nya tersebut. Ceritanya sih saya dulu pernah memfollow beberapa tokoh yang memang sebenarnya saya ingin lebih mengetahui update informasi tentang mereka, tapi yak arena tweet mereka ternyata lebih banyak yang tidak penting dan bahkan terlalu aktif bercicit ya jadinya ketimbang timeline saya penuh dengan tweet-tweet tidak penting tersebut ya jadinya simplenya saya unfollow saja account mereka :) .

Oh ya karena niat saya bermain twitter itu biar bebas berkespresi, jadi saya tidak terlalu memikirkan apakah nantinya akan ada yang me-reply ataupun me-retweet atau apapun lah istilahnya untuk membalas tweet saya. Yang penting saya bebas mengekspresikan apa yang sedang ingin saya ungkapkan. Tapi berhubung bos saya ada yang memfollow saya ya jadinya untuk masalah-masalah yang menyangkut kerjaan apalagi yang sensitive sebisa mungkin tidak akan saya tweet. Bisa bahaya kalau masalah yang satu itu juga saya ekspresikan di twitter :) .

Oh ya saran bagi yang followernya sudah banyak, apalagi yang sudah jadi “dewa” di twitter dimana tweet-tweet nya selalu ditunggu oleh para follower-nya, berhati-hatilah dalam bercicit karena bisa saja ada yang tersinggung dengan cicitan anda. Sudah banyak kok contoh orang yang bermasalah dengan tweet mereka. So Tetap bebas berekspresi tapi jangan melampaui batas :)

 

Advertisement

One Response to Celotehan 140 Karakter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s